Ingin hidup lebih sehat dan berusia panjang? Kalau begitu tak ada salahnya Anda mencoba diet Okinawa. Percayalah, jika dijalankan dengan disiplin dan teratur, diet yang bersifat semi-vegetarian ini bisa memperlambat datangnya penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, darah tinggi, diabetes, dan lainnya.
Mengapa disebut ‘Okinawa’?
Okinawa merupakan nama sebuah pulau yang terdapat di Jepang. Selama turun menurun penduduknya memiliki pola makan sangat khas sehingga membuat sebagian besar penduduknya memiliki usia hidup yang panjang dan tetap sehat hingga usia lanjut. Data menunjukkan, terdapat 427 warga Okinawa yang berumur lebih dari 100 tahun.
Suatu studi yang dilakukan tim ahli di Jepang menemukan bahwa kaum pria yang rajin minum teh hijau sebanyak lima cangkir dalam sehari diketahui dapat mengurangi resiko penyakit kanker prostat, ketimbang yang hanya minum dua cangkir teh sehari.
Penelitian tersebut dikembangkan oleh tim riset dari Kementerian Kesehatan, Kesejahteraan, dan Tenaga Kerja Jepang yang melibatkan sedikitnya 50.000 pria, demikian Kyodo News, di Tokyo.
Diarsipkan di bawah: Uncategorized | Tag: Diabetes, ganguan hormonal, gemuk, kegemukan, kolesterol, sakit jantung
Gemuk pertanda makmur? Ah siapa bilang. Gemuk itu tak selalu identik dengan makmur apalagi sehat. Lihat saja beberapa selebriti Indonesia yang tak berusia panjang akibat kegemukan atau obesitas. Bahkan para pegulat sumo di Jepang yang tubuhnya gemuk-gemuk, usianya jarang ada yang mencapai 40 tahun. Mengerikan bukan?
Kegemukan pada seseorang justru semakin meningkatkan risiko terserang berbagai penyakit dan gangguan kesehatan pada tubuh. Ingin tahu apa saja penyakit yang menjadi ancaman si gendut? Berikut ini daftarnya:
WAKTU berjalan cepat bagi mereka yang bekerja di depan komputer. Jika tidak diselingi aktivitas fisik dan pengalihan pandangan, bisa membawa dampak buruk bagi tubuh. Karena itu, olahraga ringan atau gerakan sederhana diperlukan untuk memperbaiki postur dan kesehatan.
Gerakan teratur akan membakar kalori yang bermanfaat untuk kesehatan jantung. Sekalipun berolahraga di depan komputer bermanfaat, tapi tidak lantas aktivitas olahraga rutin terhenti. Olahraga sambil mengetik dilakukan untuk mencegah agar otot tidak kaku.
(lagi…)
Diarsipkan di bawah: Tips, diet | Tag: Add new tag, diet, kurus, langsing, melangsingkan, Tips
Penelitian membuktikan bahwa orang langsing tidak berpikir sama soal makanan dengan orang gemuk. “Orang langsing punya relasi yang rileks dengan makanan,” kata David L. Katz, MD, associate professor kesehatan masyarakat dari Yale University. “Mereka yang gemuk cenderung dikuasai oleh makanan. Mereka cenderung fokus pada berapa banyak atau sering makan dan melekatkan label baik atau buruk pada makanan tertentu. Hasilnya, makanan selalu ada di otak mereka.”
Karena itu, mari belajar dari prang langsing soal makanan.
1. Puaskan, bukan kenyangkan perut
Dari skala 1 sampai 10, orang langsing berhenti makan di angka 6 atau 7, kata Jill Flemming, penulis buku Thin People Don’t Clean Their Plates. Sementara sebagian besar orang berhenti di skala 8 atau 10. Mengapa? Itu karena Anda menyamakan sensasi kenyang dengan kepuasan atau merasa kurang jika berhenti duluan. Atau Anda terbiasa menghabiskan apa saja yang ada di piring, tak peduli sebenarnya Anda sudah kenyang.
Anda tahu tidak jika kepribadian tertentu ternyata juga memiliki pola makan berbeda dibandingkan pribadi yang lain? Setidaknya itulah yang terungkap dari penelitian yang dilakukan Universitas Washington.
Selain diet berdasar golongan darah, konon diet berdasar kepribadian diyakini akan lebih banya berhasilnya. Masa? Coba kita cocokkan saja apa diet yang harus dijalani berdasar kepribadian Anda.